Selasa, 14 September 2010

Batik Tuban

Batik Tuban

Batik Tuban merupakan batik yang paling khas di Jawa Timur. Kenapa? Karena proses pembatikannya dimulai dari bahan kain yang dipintal langsung dari kapas. Gulungan kapas tersebut dipintal menjadi benang, kemudian ditenun, dan setelah jadi selembar kain kemudian dibatik. Batik inilah yang disebut Batik Gedog.

Batik Tuban merupakan salah satu Batik Pesisiran, yang mempunyai ciri khas yaitu warnanya sangat beragam. Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot dikatakan,

Batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini nampak pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis pada social demografinya serta diikuti dengan perubahan pada seni batiknya, batik Tuban tetap bertahan seperti semula.

Batik Tuban / Batik Gedog sebenarnya hampir punah, sebab orang sudah tidak suka lagi memintal benang. Hanya ibu-ibu lanjut usia yang bersedia membatik karena sudah tidak mampu lagi mengolah sawah atau ladang. Sedangkan batik hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang, istilahnya di nomor duakan. “Jadi bagi warga desa, batik itu tidak penting.”

Namun sekarang Batik Tuban / Batik Gedog sudah mulai menggeliat. Batik Tuban / Batik Gedog sudah dikenal secara luas di negeri sendiri bahkan sampai ke mancanegara. Bahkan pengrajin batik dari daerah lain turut mempelajari poses batik dan tenun dari pengrajin di wilayah Tuban.